Kamis, 06 Februari 2020

[H0719055] [Diva Luthfiah Razen] Penulis Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

A. Latar Belakang
Getuk yang dalam bahasa jawa bernama  gethuk adalah salah satu jenis  makanan ringan (kudapan) yang dibuat dengan bahan utama singkong atau ketela pohon. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemui di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gethuk adalah makanan yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Dilansir dari berbagai sumber, menurut filosofinya, gethuk adalah makanan yang sangat memiliki nilai kerakyatan karena terbuat dari singkong. Gethuk singkong melambangkan kesederhanaan dan mempergunakan potensi yang kita miliki secara aktif dan kreatif sehingga membuat kita lebih mandiri dalam berbagai macam situasi.
Pembuatan getuk dimulai dari singkong yang dikupas kemudian dikukus atau melalui proses perebusan. Setelah matang, singkong kemudian ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling. Nah, untuk menambah cita rasanya, getuk biasanya diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Getuk biasanya disajikan untuk cemilan sambil minum teh. Salah satu variasi penyajian getuk adalah dengan cara digoreng. 
Pada zaman sekarang, getuk memiliki banyak jenis topping. Tak hanya ditaburi parutan kelapa, getuk juga diberi macam macam topping seperti keju, cokelat, meses, dan lainnya. Seperti halnya getuk yang diproduksi oleh UMKM yang bernaung di bawah nama “Omah Ubi Mama Una” yang terletak di Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo Jawa tengah yang  telah beberapa tahun memproduksi getuk dengan ciri khas keju dan dilakukan pemanggangan sehingga  memiliki keunggulan karena kekhasan rasa yang dominan keju dan sensasi panggangnya. UMKM ini mendapatkan pembinaan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Sebelas Maret melalui program IPM pada beberapa waktu yang lalu. Namun, menurut Ibu Rusmawati, pemilik UMKM ini, getuk memiliki masa penyimpanan yang cenderung pendek sehingga memiliki kendala untuk mengakses ke daerah-daerah yang jauh dikarenakan bahan olahannya yang mudah rusak.


B. Tujuan 
Artikel tersebut memiliki tujuan seperti diantaranya untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa ada jenis getuk unik yang tersedia di pasaran saat ini, dan juga untuk memberikan informasi terkait dengan bagaimana cara penyimpanan agar produk olahan singkong yang berupa getuk ini dapat tahan lama sehingga bisa dipasarkan ke daerah-daerah tanpa perlu khawatir cepat kadaluwarsa. 


C. Pembahasan
Getuk merupakan makanan tradisional yang berasal dari bahan dasar singkong. Makanan yang berbahan dasar singkong ini merupakan makanan asli dari Indonesia. Konon, pada masa penjajahan Jepang, beras sulit ditemukan sebagai makanan pokok orang Indonesia. Karena beras masih langka pada saat itu, masyarakat mengganti beras dengan singkong sebagai makanan pokok. Pada saat itu singkong mudah ditemui di sekitar rumah.
Melalui pengabdian yang dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Sebelas Maret melalui program IPM ini Dr. Ir. Rofandi Hartanto, MP bersama Dr. Ir. Sigit Prabawa, M.Si dari Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS memperkenalkan olahan pangan frozen alias beku, sehingga getuk panggang disimpan dalam bentuk frozen dan tahan untuk disimpan selama dalam keadaan beku. 
Prosedur yang dapat dilakukan antara lain setelah menyiapkan bahan-bahan yang meliputi singkong, kelapa muda, margarin, keju, gula dan bahan tambahan lainnya dibuat getuk, kemudian dibentuk dan dipotong-potong lalu dikemas vaccuum dan kemudian disimpan di dalam freezer. Untuk cara menyajikan ketika hendak dikonsumsi, getuk keju frozen ini dikeluarkan dari freezer istilahnya bernama thawing, kemudian setelah tidak beku bisa digoreng atau dipanggang dan siap disajikan. Menurut Dr. Rofandi, dengan menggunakan teknologi ini getuk keju frozen dapat disimpan dalam waktu yang lama dan dapat mencapai pasar atau daerah yang jauh.


D. Kesimpulan
Getuk merupakan makanan tradisional yang memiliki bahan dasar singkong yang sudah ada sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia. Getuk dengan filosofinya merupakan makanan khas tradisional yang patut dilestarikan oleh generasi mendatang. Getuk pada zaman milenial seperti sekarang ini banyak yang di modifikasi se kreatif mungkin agar menarik minat masyarakat. Walau begitu kehadiran getuk-getuk modifikasi ini tetap diterima dengan baik dalam masyarakat. Seperti halnya getuk keju panggang yang memiliki banyak peminat. Dengan adanya kemajuan teknologi memudahkan semua untuk hal-hal yang sebelumnya sulit. Frozen food, salah satu cara mengawetkan makanan dan memudahkan pemasarannya adalah salah satu saran yang diberikan oleh dosen-dosen Universitas Sebelas Maret supaya produksi dan pemasaran getuk tidak berhenti begitu saja. Hal ini memudahkan baik konsumen maupun produsen sehingga sama-sama diuntungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar